BUKTI MEDIA — PT Astra Graphia Tbk (ASGR) mencatatkan kinerja yang semakin solid pada tahun 2025, terutama ditopang oleh perkembangan bisnis teknologi informasi yang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan perusahaan. Lonjakan pendapatan dari unit solusi teknologi informasi serta penguatan marjin usaha menjadi faktor penting yang mendorong kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Laporan kinerja kuartal III 2025 menunjukkan bahwa laba bersih konsolidasian ASGR per 30 September 2025 mencapai sekitar Rp 181 miliar, tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih sebesar ±11% dan pengelolaan biaya yang lebih efisien, termasuk penurunan beban penjualan dan administrasi.
Presiden Direktur Astragraphia, Hendrix Pramana, mengatakan bahwa kontribusi signifikan dari unit solusi Teknologi Informasi telah memperkuat basis pendapatan perusahaan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Ia menilai efektivitas strategi bisnis IT turut memainkan peran penting dalam mengangkat kinerja perusahaan.
Evolusi Model Bisnis: Dari Cetak ke IT & Solusi Digital
Astragraphia memang dikenal sebagai perusahaan publik yang telah bertransformasi dari sekadar penyedia solusi cetak dan dokumen tradisional menjadi pemain solusi teknologi informasi yang lebih luas. Sejak didirikan pada 1975 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sejak 1989, portofolio bisnis ASGR berkembang mencakup layanan digital, teknologi informasi, serta managed services untuk korporasi dan lembaga.
Unit bisnis Solusi Teknologi Informasi yang dikelola melalui PT Astra Graphia Information Technology (AGIT) fokus pada penyediaan layanan digital, perangkat keras, perangkat lunak, serta solusi IT untuk korporasi skala kecil hingga besar. Kombinasi ini memperluas jangkauan layananAstragraphia di luar bisnis cetak tradisional yang selama ini menjadi ciri khas perusahaan.
Pertumbuhan segmen ini bukan tanpa alasan. Dalam era digitalisasi yang berlangsung cepat, permintaan solusi TI seperti transformasi digital, cloud services, dan integrasi sistem informasi telah meningkat signifikan. Permintaan ini memberikan peluang baru bagi Astra Graphia untuk memperluas kontribusi bisnisnya di sektor teknologi.
Kontribusi Signifikan terhadap Grup Astra
Sebagai bagian dari Grup Astra International, Astra Graphia turut mendukung diversifikasi portofolio bisnis secara keseluruhan. Laporan keuangan konsolidasi Grup Astra menunjukkan bisnis teknologi informasi memberi kontribusi laba bersih yang meningkat 43% pada tahun 2024, sejalan dengan marjin usaha yang lebih baik dari unit IT.
Dengan komposisi kepemilikan saham oleh Astra International mencapai sekitar 76,9%, Astragraphia memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan divisi teknologi informasi dalam portofolio korporasi besar tersebut. Kinerja divisi ini juga memberi sinyal positif dalam konteks diversifikasi bisnis Astra di tengah tantangan pada lini otomotif dan pertambangan.
Rekomendasi untuk Investor: Saham ASGR Masih Layak Dilirik
Kinerja positif bisnis IT ASGR di 2025 membuat sejumlah analis pasar modal menilai bahwa saham ASGR masih layak dicermati oleh investor, terutama mereka yang mencari peluang di sektor teknologi dan transformasi digital. Menurut data pasar, ASGR akan membagikan dividen interim sebesar Rp 30 per saham pada Oktober 2025, yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Pembagian dividen ini biasanya dilihat investor sebagai sinyal kepercayaan manajemen pada potensi kinerja jangka menengah hingga panjang. Meskipun dividen ASGR terbilang kecil jika dibandingkan beberapa emiten Astra Grup lain, hal ini menunjukkan manajemen tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penghargaan langsung kepada pemegang saham.
Para analis pasar modal umumnya menyarankan bahwa saham ASGR bisa menjadi pilihan menarik bagi investor yang memiliki profil investasi jangka menengah hingga panjang, dengan fokus pada sektor teknologi dan bisnis solusi digital. Kinerja keuangan yang terus meningkat serta diversifikasi portofolio menjadi alasan utama rekomendasi tersebut.
Tantangan dan Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski prospek bisnis IT ASGR terlihat menjanjikan, ada beberapa risiko yang tetap perlu diperhatikan oleh calon investor. Pertama, tingkat persaingan di industri teknologi informasi sangat tinggi, dengan banyak pemain lokal dan global yang agresif menawarkan layanan serupa. Astragraphia perlu terus meningkatkan inovasi agar tetap kompetitif.
Kedua, transformasi digital yang cepat juga menuntut perusahaan untuk terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi baru, yang dapat berimplikasi pada biaya investasi yang cukup besar. Investor perlu memperhatikan strategi ekspansi teknologi Astragraphia dan bagaimana perusahaan mengelola arus kas serta beban operasionalnya dalam jangka panjang.
Selain itu, faktor makroekonomi seperti perubahan suku bunga, kondisi pasar modal global, dan dinamika pasar teknologi global dapat memengaruhi sentimen investor terhadap saham teknologi, termasuk ASGR. Investor disarankan melakukan analisis fundamental dan diversifikasi portofolio.
Menatap 2026: Momentum Pertumbuhan
Menjelang tahun 2026, Astra Graphia diperkirakan akan memanfaatkan momentum digitalisasi bisnis yang terus berkembang di Indonesia. Dengan basis klien yang kuat di sektor korporat dan fokus pada layanan berbasis teknologi, Astragraphia diproyeksikan tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang positif.
Dalam laporan kuartal sebelumnya, unit teknologi informasi sudah menunjukkan tren pertumbuhan laba dan pendapatan yang konsisten, sekaligus mencerminkan efisiensi operasional yang meningkat. Ini menunjukkan bahwa strategi penguatan bisnis IT bukan hanya sementara, tetapi merupakan arah jangka panjang perusahaan.
Para analis melihat tren ini sebagai sinyal bahwa Astragraphia berpotensi terus meningkatkan kontribusinya bagi Grup Astra dan memberi nilai tambah bagi investor melalui potensi pertumbuhan dan pembayaran dividen yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, bisnis IT menjadi motor penggerak utama dalam mendongkrak kinerja PT Astra Graphia Tbk (ASGR) pada 2025, yang tercermin dari kenaikan laba bersih, efisiensi biaya, dan diversifikasi layanan. Kinerja positif ini membuat saham ASGR menjadi salah satu yang layak dipertimbangkan investor, terutama di segmen teknologi dan digital. Namun, para investor juga disarankan tetap memperhatikan dinamika industri, risiko kompetitif, dan faktor ekonomi makro dalam pengambilan keputusan investasi.
