BUKTI MEDIA — Perayaan Lunar New Year atau Imlek 2026 berlangsung pada 15–23 Februari, memberikan libur panjang selama 9 hari bagi warga China. Fenomena ini menjadi momentum terbesar dalam industri pariwisata, karena jutaan warga Cina melakukan perjalanan domestik dan internasional, menciptakan apa yang dikenal sebagai peak season travel rush. Di periode ini, industri pariwisata global mencatat lonjakan permintaan tiket, hotel, dan layanan wisata.
Dalam skala nasional, China memperkirakan total 9,5 miliar perjalanan selama 40 hari periode Spring Festival (termasuk pulang kampung dan liburan), dengan jutaan orang bergerak menggunakan kereta, pesawat, bus, dan mobil pribadi.
Destinasi Internasional yang Kebanjiran Wisatawan Cina
- Thailand dan Perubahan Trend Global
Salah satu destinasi yang paling menonjol adalah Thailand, yang kini menjadi tujuan utama wisatawan Cina, menggantikan Jepang dalam popularitasnya sebagai destinasi internasional. Maskapai besar China seperti China Eastern melaporkan lonjakan permintaan ke Thailand, yang dipilih karena iklim hangat, pantai, serta infrastruktur wisata yang sudah mapan. - Korea Selatan Lawan Baru Jepang
Di Asia Timur, Korea Selatan mengalami lonjakan kunjungan wisatawan Cina yang signifikan. Data menunjukkan bahwa penerbangan dari China ke Korea melonjak, dengan Seoul menjadi pusat retail dan budaya yang ramai oleh pengunjung Cina yang belanja dan berwisata. Sementara Jepang justru mengalami penurunan kunjungan terkait isu politik dan persepsi keamanan. - Hong Kong Target Terpopuler Asia
Hong Kong juga memproyeksikan sekitar 1,4 juta wisatawan dari daratan China datang selama periode Imlek ini, memperlihatkan daya tariknya sebagai kota yang merayakan Imlek dengan festival bunga, parade, dan atraksi budaya khusus. - Vietnam Saingan Baru Thailand
Vietnam disebut telah menyalip Thailand sebagai tujuan favorit wisatawan Cina di Asia Tenggara karena biaya perjalanan yang lebih ramah, kemiripan budaya, dan peningkatan konektivitas penerbangan antarnegara.
Kebanjiran Wisatawan di Destinasi Lokal Asia Tenggara
Tidak hanya destinasi besar, negara‑negara ASEAN juga mendapatkan peningkatan kunjungan wisatawan Cina. Bali di Indonesia, misalnya, dilaporkan mengalami lonjakan pemesanan hotel menjelang dan selama libur Imlek 2026.
Sekitar wilayah Asia Tenggara lainnya, termasuk Malaysia, Singapura, dan Malaysia, juga mengalami pertumbuhan jumlah wisatawan Cina yang mencari pengalaman budaya Imlek, kuliner lokal, dan suasana perayaan yang meriah.
Fenomena Wisata Imlek di Dalam Negeri China
Selain perjalanan internasional, wisata domestik di China sendiri juga mengalami lonjakan luar biasa. Kota‑kota kecil dan kota budaya menarik wisatawan lintas provinsi, lengkap dengan pasar malam, parade, festival lentera, dan pertunjukan seni tradisional yang memadati kawasan wisata.
Bahkan beberapa kota yang memiliki pemandangan alam ataupun tradisi unik mengalami peningkatan kunjungan hotel dan homestay, karena pelancong mencari pengalaman lokal yang berbeda selama liburan.
Dampak Positif Bagi Industri Pariwisata
Kebanjiran wisatawan Cina membawa dampak ekonomi yang signifikan di banyak negara:
- Pendapatan sektor hotel dan layanan wisata melonjak karena tingginya tingkat hunian selama libur panjang.
- Ekonomi lokal tumbuh melalui belanja, makan, transportasi, hingga layanan pemandu wisata.
- Kepercayaan industri pariwisata global meningkat, terutama setelah pembatasan pandemi berkurang dan penerbangan internasional pulih ke hampir tingkat sebelum COVID‑19.
- Pelaku industri di berbagai negara pun menawarkan promosi khusus, paket wisata, dan event Budaya Imlek untuk menarik wisatawan Cina lebih banyak lagi di masa depan.
Isu dan Perubahan Pola Perjalanan Wisatawan Cina
Meskipun banyak destinasi kebanjiran wisatawan, tren juga menunjukkan adanya perubahan preferensi:
- Wisatawan kini lebih memilih pengalaman baru atau kombinasi paket wisata tradisional dan modern.
- Beberapa destinasi mengalami penurunan kunjungan karena faktor geopolitik, seperti Jepang yang turun popularitasnya.
- Wisatawan cenderung lebih mandiri, dibandingkan dengan sekadar paket wisata yang sudah tersedia, memilih destinasi yang relatif baru atau belum terlalu ramai.
- Kesimpulan: Imlek 2026 Sebagai Tahun Kebangkitan Wisata Internasional
Gelombang wisatawan Cina saat Imlek 2026 bukan sekadar fenomena regional, melainkan sinyal kuat bahwa industri pariwisata global kembali pulih dan berkembang. Lonjakan ini tak hanya memberikan keuntungan ekonomi besar bagi negara tuan rumah, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam perilaku perjalanan dan pilihan destinasi wisatawan China.
Destinasi di Asia Tenggara, Asia Timur, dan bahkan tujuan domestik di China kini lebih bersinar karena dukungan pengalaman budaya, fleksibilitas perjalanan, dan suasana liburan yang khas.
