BUKT MEDIA — Shōgatsu, atau Tahun Baru Jepang, adalah perayaan paling penting dalam kalender Jepang. Biasanya berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Januari, meski beberapa persiapan sudah dilakukan sejak akhir Desember. Pada periode ini, masyarakat Jepang banyak mengunjungi kuil dan kuil Shinto, berkumpul dengan keluarga, serta menikmati makanan khas seperti osechi ryori.
Bagi wisatawan, Shōgatsu menjadi pengalaman unik karena bisa menyaksikan tradisi lokal secara langsung. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum traveling di Jepang saat Shōgatsu, terutama terkait transportasi, akomodasi, dan akses ke tempat wisata.
Transportasi yang Padat
Salah satu tantangan utama traveling saat Shōgatsu adalah transportasi yang sangat padat. Banyak orang Jepang melakukan perjalanan pulang kampung (帰省, kiséi) atau mengunjungi sanak saudara di kota lain. Kereta Shinkansen, bus antar kota, dan bandara sering penuh, bahkan beberapa tiket terjual habis jauh sebelum liburan.
Wisatawan disarankan untuk memesan tiket transportasi jauh-jauh hari dan mempersiapkan alternatif rute. Menggunakan Japan Rail Pass juga bisa membantu menghemat biaya perjalanan, namun tetap harus memperhitungkan kepadatan penumpang pada tanggal puncak.
Akomodasi: Cepat Penuh dan Mahal
Sama seperti transportasi, akomodasi juga menjadi tantangan saat Shōgatsu. Hotel dan ryokan di kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka cenderung cepat penuh, dan harga menginap bisa naik signifikan dibanding hari biasa.
Tips bagi wisatawan:
- Booking jauh-jauh hari, minimal 2–3 bulan sebelumnya.
- Pertimbangkan menginap di kota satelit atau pinggiran kota, lalu menggunakan kereta untuk mencapai pusat kota.
- Cek paket spesial Shōgatsu di ryokan atau hotel yang terkadang menyediakan pengalaman khas Tahun Baru, termasuk makanan osechi dan dekorasi tradisional.
Tempat Wisata dan Kuil
Shōgatsu identik dengan hatsumode, yaitu kunjungan pertama ke kuil atau kuil Shinto di awal tahun untuk berdoa. Beberapa kuil besar seperti Meiji Jingu (Tokyo), Fushimi Inari Taisha (Kyoto), dan Kanda Myojin (Tokyo) sangat ramai selama 1–3 Januari.
Bagi wisatawan, ini bisa menjadi pengalaman budaya menarik, tapi juga berarti harus siap menghadapi antrean panjang dan keramaian. Jika ingin suasana lebih tenang, disarankan:
- Mengunjungi kuil kecil atau lokal.
- Datang pagi-pagi sekali untuk menghindari puncak keramaian.
- Mengikuti tur lokal yang bisa memberikan akses dan informasi tambahan.
Selain kuil, destinasi wisata populer seperti Disneyland, Universal Studios Japan, dan area belanja utama biasanya mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan. Jadi, rencanakan kunjungan dengan bijak dan siapkan mental menghadapi antrean panjang.
Kuliner dan Tradisi Khas
Shōgatsu juga menghadirkan makanan khas dan tradisi unik. Osechi ryori adalah hidangan khas Tahun Baru yang disajikan dalam kotak berlapis, berisi berbagai makanan simbolis seperti ikan, sayuran, dan kue beras. Mochi dan ozoni (sup berisi mochi) juga populer di setiap rumah.
Wisatawan bisa merasakan atmosfer budaya ini di restoran tertentu atau di ryokan yang menawarkan paket Shōgatsu. Selain itu, pasar tradisional dan festival kecil juga kadang digelar, memberikan pengalaman berbelanja unik dan mencoba makanan lokal.
Tips Traveling Aman dan Nyaman
Agar liburan di Jepang saat Shōgatsu lebih nyaman, berikut beberapa tips:
- Rencanakan itinerary fleksibel karena cuaca dingin dan keramaian bisa memengaruhi jadwal.
- Gunakan transportasi umum yang dipesan lebih awal, termasuk Shinkansen dan bus.
- Bawa pakaian hangat karena Januari adalah bulan terdingin di Jepang.
- Siapkan uang tunai karena beberapa tempat, terutama kuil atau festival kecil, tidak menerima kartu kredit.
- Hormati tradisi lokal, termasuk antrean di kuil dan aturan berpakaian saat memasuki tempat suci.
Apakah Perjalanan Selama Shōgatsu Layak?
Meskipun tantangan seperti keramaian, harga tinggi, dan transportasi padat ada, traveling saat Shōgatsu tetap layak dicoba bagi wisatawan yang ingin pengalaman budaya autentik. Mengunjungi kuil, mencoba kuliner khas, dan menyaksikan perayaan lokal memberikan pengalaman berbeda dibanding musim lain.
Namun, bagi wisatawan yang lebih mengutamakan kenyamanan, musim lain seperti musim semi (sakura) atau musim gugur (momiji) mungkin lebih ideal karena kepadatan lebih rendah.
Persiapkan Liburan dengan Matang
Traveling di Jepang saat Shōgatsu bisa memberikan pengalaman unik dan mendalam terkait budaya dan tradisi lokal. Namun, perencanaan matang sangat penting, termasuk pemesanan transportasi dan akomodasi lebih awal, memilih tempat wisata yang sesuai, dan memahami tradisi setempat.
Dengan persiapan yang tepat, wisatawan dapat merasakan hatsumode, menikmati kuliner khas, dan ikut merasakan atmosfer Tahun Baru Jepang yang penuh warna, sekaligus menciptakan kenangan liburan yang berkesan.
