BUKTI MEDIA – Operator seluler Telkomsel bersama Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan program bertajuk “Indonesia Tourist Travel Pack” di area kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Inisiatif ini dirancang untuk memfasilitasi komunikasi dan transaksi digital bagi wisatawan mancanegara sejak mereka tiba di Indonesia.
Latar Belakang Program
Program ini lahir sebagai bagian dari upaya memperkuat Ekosistem Pariwisata Digital yang dicanangkan Bank Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan Telkomsel serta sejumlah bank dan penyedia e‑wallet, BI ingin memastikan bahwa wisatawan asing mendapatkan pengalaman yang nyaman, efisien, dan aman dalam hal layanan komunikasi serta pembayaran digital.
Sementara itu, Telkomsel menekankan bahwa sebagai operator dengan jaringan luas dan andal, mereka berkomitmen menyediakan “starter pack” khusus untuk wisatawan yang memungkinkan mereka langsung terkoneksi internet, tetap berkomunikasi, serta mampu melakukan transaksi digital tanpa hambatan sejak tiba di Indonesia.
Isi Program: Apa yang Ditawarkan
Program Indonesia Tourist Travel Pack terdiri dari beberapa elemen utama:
-
Paket bundling berupa “starter pack” SIM Card dari Telkomsel khusus wisatawan.
-
Saldo awal e‑wallet dari mitra bank dan penyedia e‑wallet yang siap dipakai oleh wisatawan untuk transaksi digital dengan menggunakan sistem QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
-
Edukasi langsung di lokasi mengenai cara menggunakan SIM Card, mengakses paket data, serta cara memanfaatkan QRIS dan e‑wallet untuk keperluan sehari‑hari (transportasi, belanja, kuliner) selama berada di Indonesia.
-
Paket ini tersedia mulai November hingga Desember 2025 di titik layanan resmi di Bandara Ngurah Rai.
Dengan demikian, wisatawan asing yang tiba di Bandara Ngurah Rai dapat langsung memperoleh SIM Card Telkomsel yang sudah siap digunakan serta saldo awal e‑wallet yang memungkinkan transaksi non‐tunai tanpa harus membawa uang tunai besar atau melakukan pengaturan yang rumit.
Pernyataan Pihak Terkait
Menurut Herbintarto, Manager Mobile Consumer Branch Denpasar Telkomsel:
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata Telkomsel dalam mendukung digitalisasi sektor pariwisata nasional. Dengan jaringan broadband terdepan dan berbagai kemudahan layanan, kami ingin memastikan wisatawan dapat menikmati pengalaman digital yang lancar dan nyaman sejak pertama kali tiba di Indonesia.”
Dari sisi Bank Indonesia, program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat edukasi dan penggunaan pembayaran digital (cashless) bagi wisatawan asing yang belum terbiasa dengan sistem QRIS dan e‑wallet di Indonesia. Dengan menempatkan layanan langsung di bandara internasional, BI berharap pengalaman wisatawan menjadi lebih baik dan efisien.
Manfaat dan Implikasi
Beberapa manfaat yang diharapkan dari program ini antara lain:
-
Kemudahan komunikasi dan internet bagi wisatawan: Dengan SIM Card Telkomsel yang khusus untuk wisatawan, pengunjung tidak perlu repot mencari atau mengurus kartu SIM lokal secara mandiri.
-
Transaksi tanpa uang tunai yang lebih aman dan nyaman: Saldo e‑wallet sudah tersedia dan dapat langsung digunakan lewat QRIS di merchant‑wisata, sehingga mengurangi kebutuhan membawa uang tunai.
-
Pengalaman wisata yang lebih modern dan terintegrasi: Wisatawan mendapatkan layanan digital sejak kedatangan, yang meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi yang siap teknologi.
-
Dukungan bagi percepatan transformasi digital nasional: Program ini selaras dengan strategi nasional untuk meningkatkan penetrasi pembayaran digital dan memperkuat infrastruktur pariwisata digital.
Di sisi lain, terdapat beberapa implikasi yang perlu diperhatikan:
-
Bagi operator seperti Telkomsel, program ini menjadi kerangka baru dalam menyasar segmen wisatawan asing dan memperkuat layanan SIM Card turis yang sebelumnya sudah ada.
-
Bagi BI dan regulator, keberhasilan program ini dapat menjadi model untuk memperluas inisiatif serupa di bandara atau destinasi wisata lain di Indonesia.
-
Provinsi dan daerah wisata seperti Bali mendapat keuntungan tambahan karena pengalaman wisatawan yang lebih positif cenderung meningkatkan ulasan dan kunjungan ulang, yang berdampak pada perekonomian lokal.
Catatan Pelaksanaan
Program ini diluncurkan di Bandara Ngurah Rai dan berlaku di area Tourist Information Center (TIC) di Terminal Kedatangan Internasional. Petugas di lokasi akan membantu wisatawan untuk melakukan aktivasi kartu, isi ulang paket data, dan penggunaan QRIS/e‑wallet.
Paket bundling ini tersedia selama periode November ‑ Desember 2025 di titik layanan yang telah ditentukan. Wisatawan yang tertarik disarankan untuk datang ke lokasi layanan resmi agar mendapatkan aktivasi yang tepat dan edukasi langsung.
Tantangan & Peluang ke Depan
Tantangan
-
Menjamin bahwa semua wisatawan asing memahami edukasi yang diberikan, mengingat latar belakang dan pengalaman digital yang berbeda‑beda.
-
Memastikan merchant dan outlet wisata benar‑benar mendukung QRIS dan e‑wallet secara lancar agar transaksi berjalan mulus.
-
Ekspansi program ke destinasi lain di luar Bali agar manfaatnya tersebar luas dan bukan hanya terfokus di satu lokasi.
Peluang
-
Pengembangan lebih lanjut ke destinasi wisata “10 Bali Baru” yang menjadi fokus nasional, sehingga layanan serupa bisa diterapkan di banyak titik wisata.
-
Integrasi dengan teknologi lain seperti e‑SIM wisatawan, paket data turis multinasional, dan sistem pembayaran lintas‑negara yang mempermudah kunjungan dari wisatawan yang membawa kebiasaan non‑tunai.
-
Kolaborasi yang lebih luas antara operator, regulator, bank, e‑wallet, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk menciptakan “one‑stop service” digital bagi wisatawan asing.
Kesimpulan
Program Indonesia Tourist Travel Pack yang diluncurkan oleh Telkomsel dan Bank Indonesia merupakan langkah nyata yang menunjukkan bagaimana sektor telekomunikasi dan regulasi keuangan nasional dapat saling mendukung dalam mendigitalisasi sektor pariwisata. Dengan menyediakan paket komunikatif dan transaksi digital sejak kedatangan di bandara, program ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan asing, tetapi juga memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi wisata yang siap teknologi dan modern.
Kedepannya, keberhasilan program ini dapat menjadi blueprint untuk ekspansi ke semua gerbang wisata utama di Indonesia, memperluas manfaatnya bagi wisatawan serta pelaku usaha pariwisata lokal.