Gali Potensi Sektor Properti, KPP Dentim Kunjungi Cluster Perumahan

BUKT MEDIA Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Dentim melakukan kunjungan strategis ke beberapa cluster perumahan untuk menggali potensi sektor properti. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kewajiban pajak serta mendorong kepatuhan pajak di sektor properti yang tengah berkembang pesat.

Sektor properti terus menunjukkan pertumbuhan positif, terutama di kawasan perkotaan. KPP Dentim menilai bahwa peningkatan transaksi properti, baik rumah tapak maupun apartemen, dapat menjadi salah satu sumber pajak yang signifikan.

“Kami melihat potensi besar dari transaksi properti. Melalui kunjungan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pajak properti, mulai dari PBB hingga BPHTB,” ujar Hendra Wijaya, Kepala KPP Dentim.

Kunjungan ke Cluster Perumahan

Kunjungan dilakukan ke beberapa cluster perumahan yang baru dan sudah berkembang, termasuk kawasan perumahan menengah dan premium. Tim KPP Dentim bertemu langsung dengan pengelola perumahan, developer, dan warga untuk mendiskusikan kepatuhan pajak serta prosedur administrasi yang berlaku.

“Kami ingin memastikan warga memahami hak dan kewajiban pajak mereka. Selain itu, ini juga kesempatan untuk menjaring feedback dari masyarakat terkait pelayanan kami,” kata Hendra.

Edukasi Pajak bagi Warga

Salah satu fokus utama kunjungan adalah edukasi. Tim KPP Dentim mengadakan sesi tanya jawab, workshop singkat, dan sosialisasi mengenai jenis pajak properti yang berlaku. Warga diberikan informasi tentang cara menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta manfaat membayar pajak tepat waktu.

“Banyak warga yang belum memahami detail kewajiban pajak properti. Edukasi langsung seperti ini sangat efektif untuk meningkatkan kesadaran,” ujar Rini Lestari, salah satu warga cluster yang mengikuti sosialisasi.

Kolaborasi dengan Developer

Selain edukasi warga, KPP Dentim juga melakukan diskusi dengan developer perumahan. Tujuannya adalah membangun kerja sama agar proses administrasi dan pelaporan pajak lebih transparan dan efisien. Developer dapat memfasilitasi informasi terkait transaksi jual beli properti kepada KPP, sehingga potensi pajak tidak terlewatkan.

“Kolaborasi ini penting untuk memastikan semua pihak memahami regulasi dan prosedur pajak. Developer juga berperan sebagai penghubung antara warga dan KPP,” jelas Hendra.

Potensi Pajak dari Transaksi Properti

Sektor properti memiliki potensi pajak yang cukup besar. Setiap transaksi properti, baik jual beli rumah baru, tanah, maupun apartemen, berpotensi menghasilkan PBB, BPHTB, dan pajak lainnya. Dengan pengawasan dan sosialisasi yang tepat, KPP Dentim berharap penerimaan pajak dari sektor ini meningkat signifikan.

“Properti adalah salah satu sektor ekonomi yang terus berkembang. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber pendapatan negara yang stabil,” ujar Hendra.

Tantangan dan Strategi

KPP Dentim menyadari tantangan dalam mengoptimalkan potensi pajak properti. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran warga terhadap kewajiban pajak, serta administrasi yang masih kompleks bagi sebagian masyarakat.

Untuk mengatasi hal ini, KPP Dentim menerapkan strategi pendekatan langsung melalui kunjungan lapangan, workshop, dan media digital untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi. Selain itu, sistem pembayaran pajak online juga diperkuat agar lebih mudah dan cepat.

“Pendekatan edukatif dan digitalisasi layanan adalah kunci meningkatkan kepatuhan pajak di sektor properti,” kata Hendra.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Selain meningkatkan kepatuhan pajak, kegiatan ini memberikan dampak positif bagi warga. Warga yang memahami hak dan kewajiban pajak bisa merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik, sekaligus menghindari denda atau masalah hukum di kemudian hari.

“Edukasi seperti ini membuat kami lebih paham bagaimana menghitung dan membayar pajak. Kami merasa lebih percaya diri dalam mengelola properti kami,” ujar Rini Lestari.

Kunjungan KPP Dentim ke cluster perumahan merupakan langkah strategis untuk menggali potensi pajak sektor properti. Dengan pendekatan edukasi langsung, kolaborasi dengan developer, dan digitalisasi layanan, KPP Dentim mendorong peningkatan kepatuhan pajak serta pemahaman masyarakat terkait kewajiban pajak properti.

Tren pertumbuhan properti di kota besar menjadikan sektor ini sebagai sumber pendapatan signifikan. Edukasi, sosialisasi, dan kolaborasi antara KPP, developer, dan warga menjadi kunci untuk memastikan potensi pajak properti dapat dimaksimalkan secara optimal.

Dengan strategi yang tepat, sektor properti tidak hanya menjadi simbol pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kontribusi penting bagi pembangunan nasional melalui pajak yang dikelola dengan transparan dan akuntabel.

By admin