BUKTI MEDIA — Kamakura, kota bersejarah di Jepang yang terkenal dengan kuil-kuilnya dan Patung Buddha Besar (Daibutsu), menjadi destinasi favorit wisatawan pertama kali ke Jepang. Kesalahan paling umum bagi wisatawan pemula adalah tidak melakukan riset sebelumnya. Banyak yang datang hanya berdasarkan foto-foto di media sosial tanpa memahami letak tempat wisata, jadwal operasional, atau musim terbaik untuk berkunjung. Akibatnya, mereka sering kecewa karena tempat favorit penuh pengunjung atau tutup saat hari kunjungan.
Sebaiknya sebelum traveling, wisatawan memeriksa jam buka kuil, harga tiket masuk, serta kondisi transportasi lokal. Kamakura memiliki banyak kuil yang tersebar di berbagai area, sehingga riset membantu membuat rencana perjalanan lebih efisien dan menyenangkan.
Tidak Memperhitungkan Waktu Perjalanan
Kesalahan kedua adalah mengabaikan waktu perjalanan dari Tokyo ke Kamakura. Meski jaraknya sekitar 50 km, waktu tempuh bisa lebih lama saat jam sibuk karena kereta dan transportasi umum padat. Beberapa wisatawan berangkat tanpa memperhitungkan jadwal kereta, sehingga tiba di Kamakura ketika banyak atraksi sudah tutup atau terlalu ramai.
Tipsnya, gunakan kereta JR Yokosuka Line atau Enoden Line, dan rencanakan keberangkatan pagi untuk memaksimalkan waktu eksplorasi. Membawa peta atau aplikasi transportasi Jepang juga membantu menghindari kebingungan.
Terlalu Banyak Memasukkan Destinasi dalam Satu Hari
Banyak wisatawan pemula melakukan kesalahan ketiga: memborong semua destinasi dalam satu hari. Kamakura memiliki banyak kuil terkenal seperti Hase-dera, Tsurugaoka Hachimangu, dan Engaku-ji, ditambah pantai dan jalur hiking. Menjadwalkan terlalu banyak tempat dalam satu hari membuat perjalanan terasa terburu-buru dan melelahkan.
Solusinya, pilih beberapa tempat utama dan nikmati pengalaman dengan santai. Misalnya, fokus pada kawasan Hase untuk kuil dan Patung Buddha Besar, lalu luangkan waktu untuk menikmati makanan lokal di sekitar stasiun Kamakura.
Mengabaikan Budaya dan Etika Lokal
Kesalahan keempat adalah tidak menghormati budaya dan etika setempat. Di kuil-kuil Kamakura, pengunjung wajib melepas sepatu sebelum masuk bangunan tertentu, menjaga suara tetap rendah, dan tidak sembarangan memotret. Beberapa wisatawan pemula tidak memahami aturan ini, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengunjung lain dan petugas kuil.
Tips penting: pelajari etika dasar saat mengunjungi kuil, seperti cara mencuci tangan dan berkumur sebelum masuk, tidak menyentuh benda suci, serta mematuhi petunjuk larangan foto. Menghormati budaya lokal akan meningkatkan pengalaman traveling secara keseluruhan.
Tidak Mencicipi Kuliner Lokal
Kesalahan terakhir adalah mengabaikan makanan khas Kamakura. Banyak wisatawan terlalu fokus pada foto dan destinasi, sehingga melewatkan pengalaman kuliner. Kamakura memiliki jajanan khas seperti shirasu-don (nasi dengan ikan kecil), manju manis, dan berbagai teh tradisional. Mencicipi kuliner lokal tidak hanya memuaskan lidah tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang lebih lengkap.
Tipsnya, luangkan waktu untuk makan di restoran lokal atau kios makanan tradisional. Cobalah menu khas yang hanya bisa ditemui di Kamakura, sehingga perjalanan terasa lebih otentik dan berkesan.
Traveling ke Kamakura bisa menjadi pengalaman tak terlupakan jika dilakukan dengan perencanaan matang. Lima kesalahan utama wisatawan pemula — tidak riset, mengabaikan waktu perjalanan, terlalu banyak destinasi, tidak menghormati budaya, dan melewatkan kuliner lokal — dapat dihindari dengan persiapan yang tepat.
Dengan memahami rute, menghargai tradisi, dan menikmati makanan serta keindahan alam secara santai, perjalanan ke Kamakura akan terasa lebih menyenangkan dan memuaskan. Jadi, jangan hanya datang untuk foto, tetapi nikmati setiap momen dan pengalaman yang ditawarkan kota bersejarah ini.
