BUKT MEDIA — Pemerintah resmi memperpanjang program insentif rumah bagi masyarakat, langkah yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor properti di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi. Menteri Perindustrian, Agus Santoso, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mempercepat penyerapan rumah bersubsidi dan properti skala menengah.
“Perpanjangan insentif ini akan membantu masyarakat memiliki rumah, sekaligus memberikan stimulus bagi developer agar lebih agresif dalam membangun proyek baru,” ujar Menperin. Program ini mencakup kebijakan pengurangan pajak, kemudahan perizinan, dan bunga KPR yang lebih rendah.
Dampak Perpanjangan Insentif terhadap Sektor Properti
Langkah pemerintah memperpanjang insentif langsung berdampak positif bagi pertumbuhan sektor properti. Beberapa dampak yang terlihat antara lain:
- Kenaikan Penjualan Rumah – Developer melaporkan adanya peningkatan permintaan rumah bersubsidi dan menengah sejak pengumuman perpanjangan insentif.
- Peningkatan Aktivitas Konstruksi – Perusahaan properti lebih percaya diri membangun proyek baru karena adanya dukungan fiskal.
- Stimulus Ekonomi Lokal – Peningkatan pembangunan rumah memicu permintaan material, tenaga kerja, dan jasa konstruksi, sehingga mendorong ekonomi di berbagai wilayah.
Ekonom properti menilai bahwa perpanjangan insentif ini menjadi pemicu bergeliatnya sektor properti nasional, khususnya rumah bersubsidi dan apartemen menengah.
Jenis Insentif yang Diberikan
Beberapa insentif yang diperpanjang meliputi:
- PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) – Membantu pembeli rumah mengurangi beban pajak hingga 100%.
- Bunga KPR Rendah – Kredit pemilikan rumah dengan bunga lebih rendah membantu masyarakat memiliki rumah dengan cicilan terjangkau.
- Kemudahan Perizinan – Percepatan proses IMB dan sertifikat untuk pengembang agar proyek berjalan lebih cepat.
Kebijakan ini memberikan kelebihan bagi pembeli dan developer, sehingga sektor properti dapat terus bergerak.
Respons Pengembang Properti
Para pengembang properti menyambut baik perpanjangan insentif. Direktur PT Properti Nusantara, Rudi Hartono, mengatakan:
“Perpanjangan insentif membuat kami lebih optimistis. Penjualan unit rumah menengah dan apartemen meningkat signifikan sejak pengumuman ini. Hal ini juga memungkinkan kami meluncurkan proyek baru yang sempat tertunda.”
Beberapa pengembang bahkan menyiapkan program promo tambahan, seperti diskon harga unit dan paket KPR spesial, untuk menarik minat pembeli di tengah perpanjangan insentif.
Dukungan bagi Masyarakat Menengah dan Pekerja
Program insentif rumah juga dirancang untuk memudahkan masyarakat menengah dan pekerja memiliki hunian layak. Dengan perpanjangan ini:
- Pembeli rumah bersubsidi lebih mudah memenuhi syarat cicilan.
- Rumah menengah menjadi lebih terjangkau karena bunga KPR rendah.
- Masyarakat memiliki pilihan hunian lebih luas di wilayah strategis perkotaan dan pinggiran.
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kepemilikan rumah dan menurunkan angka backlog perumahan nasional.
Prediksi Tren Properti 2026
Berdasarkan tren terbaru, sektor properti diprediksi akan semakin bergeliat pada 2026. Faktor pendukungnya antara lain:
- Perpanjangan insentif pemerintah
- Pemulihan ekonomi pasca pandemi
- Meningkatnya permintaan rumah dan apartemen menengah
- Kesiapan pengembang untuk meluncurkan proyek baru
Dengan kombinasi faktor ini, banyak analis memperkirakan pertumbuhan penjualan rumah bisa meningkat 15–20% pada tahun mendatang, terutama untuk segmen menengah dan premium.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Meski prospek cerah, sektor properti tetap menghadapi beberapa tantangan:
- Harga material bangunan – Fluktuasi harga dapat memengaruhi biaya pembangunan.
- Ketersediaan lahan – Terutama di wilayah perkotaan yang semakin padat.
- Daya beli masyarakat – Harus diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi dan upah yang stabil.
Pemerintah dan pengembang perlu bekerja sama untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan hunian.
Sektor Properti Kembali Bergairah
Perpanjangan insentif rumah oleh pemerintah, termasuk PPN DTP dan bunga KPR rendah, menjadi pemicu bergeliatnya sektor properti. Developer optimistis meluncurkan proyek baru, masyarakat lebih mudah memiliki rumah, dan ekonomi lokal terdorong melalui aktivitas konstruksi.
Menteri Perindustrian menekankan bahwa kebijakan ini akan terus dipantau dan disesuaikan untuk mendukung pertumbuhan properti nasional secara berkelanjutan. Dengan langkah ini, sektor properti diprediksi akan semakin prospektif di tahun 2026, memberikan keuntungan bagi pembeli, pengembang, dan perekonomian secara keseluruhan.
