BUKTI MEDIA – Setelah turbulensi industri pariwisata akibat pandemi, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) mengambil inisiatif agresif untuk memperkuat pilar bisnis Inbound yaitu layanan wisatawan asing ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Dalam laporan keuangan semester I 2025, PANR mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 19,2% secara tahunan, didorong kuat oleh lonjakan segmen inbound yang naik 34% YoY.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa PANR tak hanya mengandalkan wisatawan domestik, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai operator tur inbound regional dengan jaringan internasional yang luas. Strategi ini menjadi bagian dari rencana perseroan untuk mencapai target pertumbuhan pendapatan 20%–25% pada 2025.
Partisipasi di Pameran Pariwisata Internasional
Salah satu tulang punggung strategi PANR adalah aktivitas pemasaran global. Pada kuartal ketiga 2025, perusahaan secara aktif tampil di pameran wisata internasional seperti Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) di Jakarta dan ITB Asia di Singapura.
Taktik ini berhasil meningkatkan komitmen penjualan paket wisata untuk musim wisata 2026 (Musim Panas dan Musim Dingin), terutama dari pasar Eropa dan Timur Tengah.
Tidak hanya itu, PANR juga ikut serta dalam event World Travel Market (WTM) London 2025. Di sana, mereka mempromosikan paket destinasi unggulan ke agen perjalanan global, sekaligus memperkuat visibilitas PANR di pasar Eropa.
Ekspansi Jaringan Pasar dengan Penerbangan Charter
Langkah inovatif lainnya adalah kerja sama penerbangan charter. Panorama mengoperasikan program charter dari Polandia menuju Thailand untuk musim dingin 2025–2026, dengan estimasi 37.000 wisatawan akan menggunakan layanan ini.
Inisiatif tersebut menjadi salah satu strategi penting untuk memperluas penetrasi pasar di Eropa Tengah dan memperkuat jaringan inbound mereka ke destinasi di Asia Tenggara — bukan hanya di Indonesia tapi juga Thailand.
Efisiensi Operasional dan Teknologi
PANR juga menjalankan strategi smart operation, yaitu meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi. Dalam rapat pemegang saham, perusahaan menegaskan akan mengoptimalkan proses kerja dengan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan dashboard bisnis real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih adaptif.
Dengan efisiensi ini, PANR berharap bisa mengurangi biaya dan memperkuat profitabilitas bisnis inbound sambil tetap memberikan pengalaman yang baik kepada wisatawan asing.
Kehadiran Regional di Asia Tenggara
Untuk mendukung ekspansi inbound, PANR telah memperkuat jejak regionalnya. Mereka membuka kembali kantor operasional di Ho Chi Minh City, Vietnam, yang sempat ditutup selama pandemi.
Kehadiran ini penting untuk melayani wisatawan Eropa yang melakukan tur multi-destinasi di kawasan Indo-China (misalnya Vietnam, Thailand, dan Indonesia), serta mempermudah operasional dan logistik paket wisata mereka.
Komitmen Keuangan dan Struktur Perusahaan
Dari sisi keuangan, PANR mencatat perbaikan struktur yang signifikan. Dalam semester I 2025, perusahaan berhasil menurunkan utang bank hingga 67%, dari Rp 499 miliar menjadi Rp 163 miliar, yang meningkatkan likuiditas dan kapasitas ekspansi.
Di paruh pertama tahun ini, laba bersih mereka melonjak 41% menjadi Rp 40,9 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif ini juga mendorong PANR optimistis menutup tahun 2025 dengan pertumbuhan laba dan pendapatan antara 10%–15%, terutama didorong oleh bisnis inbound dan travel & leisure.
Komitmen Keberlanjutan (ESG)
PANR juga menaruh perhatian pada aspek lingkungan dan sosial: mereka memasukkan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) ke dalam proses bisnis dan pengembangan produk pariwisata.
Dalam rencana jangka panjang, perusahaan menyatakan komitmennya untuk menjadi penyedia wisata yang ramah lingkungan, melalui inisiatif seperti “Panorama Green Initiatives” yang mendukung mitigasi perubahan iklim.
Tantangan dan Prospek Ke Depan
Tantangan tentu tidak sedikit. PANR harus terus bersaing di pasar inbound yang sangat dinamis — terutama dengan persaingan dari operator regional lainnya, serta fluktuasi ekonomi global yang memengaruhi perilaku wisatawan.
Namun, dengan strategi yang jelas — mulai dari marketing internasional, penerbangan charter, efisiensi operasional, hingga kehadiran regional — PANR memiliki pijakan kuat untuk meningkatkan pangsa pasar inbound. Target pertumbuhan 20%–25% di 2025 pun terasa realistis.