Pasar properti Jakarta dinilai masuki fase tumbuh berkelanjutan

BUKTI MEDIAPerusahaan konsultan properti terkemuka global CBRE memproyeksikan pasar properti di kawasan Jakarta memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan, seiring dengan pasokan terbatas yang mendorong permintaan premium.

“Pasar properti Jakarta memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan. Pasokan baru yang terbatas di segmen primer akan mendukung stabilitas okupansi dan sewa, sementara perluasan ritel berbasis logistik tetap menjadi pendorong utama,” ujar Managing Director CBRE – Advisory Services Indonesia Angela Wibawa dalam Media Briefing di Jakarta, Senin.

Angela mengatakan, CBRE berkomitmen untuk memperluas kehadiran di pasar Indonesia, sejalan tren pertumbuhan ekonomi yang tengah berkembang, dengan tujuan mendukung klien lokal dan internasional dalam menavigasi pasar properti yang dinamis.

Selain itu, menurutnya, transformasi digital dan adopsi cloud tengah berakselerasi di kawasan Asia Tenggara, menempatkan Indonesia sebagai pasar pertumbuhan kunci untuk pusat data.

“Negara ini (Indonesia), kini menempati peringkat kedua di kawasan untuk kapasitas pipa, dengan pasokan diperkirakan akan berkembang sekitar 40 persen dalam waktu dekat. Tren ini menyoroti pentingnya strategis lahan industri dan infrastruktur listrik dalam mendukung ekonomi digital,” ujar Angela.

Pasar properti di Jakarta menunjukkan tanda-tanda positif dan dinilai memasuki fase tumbuh berkelanjutan. Para pengamat ekonomi dan pelaku industri properti menyebut, meski sempat mengalami stagnasi akibat pandemi dan tekanan ekonomi, permintaan residensial dan komersial kini mulai meningkat secara stabil.

Salah satu faktor pendorong pertumbuhan adalah stabilitas suku bunga kredit yang relatif rendah. Hal ini membuat minat pembeli rumah dan apartemen meningkat, terutama bagi segmen menengah ke atas yang mencari hunian nyaman di kawasan strategis. Selain itu, permintaan investor terhadap properti komersial seperti ruko dan gedung kantor juga mulai pulih, seiring membaiknya aktivitas bisnis dan meningkatnya kepercayaan pasar.

Data terbaru menunjukkan, transaksi properti residensial meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan apartemen dan rumah tapak di wilayah Jakarta Selatan, Pusat, dan Barat menjadi penyumbang utama pertumbuhan, sementara kawasan penyangga seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi juga mulai menunjukkan kenaikan permintaan. Menurut analis, peningkatan ini menandakan pasar mulai stabil dan memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan.

Para pengembang properti memanfaatkan momentum ini dengan menawarkan berbagai strategi pemasaran fleksibel, termasuk cicilan ringan, program down payment (DP) rendah, dan paket promosi khusus untuk mendorong pembelian. Langkah ini terbukti menarik minat pembeli, baik end user maupun investor.

Selain faktor finansial, pertumbuhan pasar properti juga didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin menghargai kualitas hunian. Muncul tren hunian vertikal, apartemen dengan fasilitas lengkap, serta kawasan mixed-use yang menggabungkan perumahan, komersial, dan area rekreasi. Tren ini meningkatkan nilai properti dan membuat pasar semakin dinamis.

Meskipun tren positif terlihat jelas, pengamat menekankan bahwa pengembangan properti harus tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Permintaan hunian yang meningkat perlu diimbangi dengan infrastruktur memadai, transportasi publik yang efisien, serta kawasan hijau yang mencukupi untuk menjaga kualitas hidup penghuni.

Secara keseluruhan, pasar properti Jakarta menunjukkan optimisme baru. Transaksi yang meningkat, strategi pemasaran inovatif dari pengembang, dan tren permintaan hunian modern menjadi indikator bahwa sektor ini telah memasuki fase pertumbuhan berkelanjutan. Dengan langkah pengembangan yang tepat, para pelaku industri yakin pasar properti ibukota akan terus stabil dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional.

By admin