Hadiri Forum Bisnis Inggris, Prabowo Jajaki Kerja Sama Lintas Sektor

BUKTI MEDIA Pada pekan lalu, Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Forum Bisnis Inggris yang diadakan di London, Inggris. Forum yang diikuti oleh berbagai pemimpin bisnis dan pemerintah dari kedua negara tersebut bertujuan untuk membuka peluang kerja sama lebih lanjut di berbagai sektor, mulai dari industri pertahanan, teknologi, hingga investasi infrastruktur. Dalam kesempatan ini, Prabowo tidak hanya mempresentasikan potensi Indonesia sebagai mitra bisnis yang menarik, tetapi juga menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Inggris, terutama dalam sektor-sektor strategis.

Prabowo Subianto Meningkatkan Kerja Sama dalam Sektor Pertahanan

Salah satu sektor yang menjadi fokus utama dalam diskusi Forum Bisnis Inggris adalah kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Inggris. Prabowo, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan teknologi pertahanan serta pelatihan dan pendidikan bagi angkatan bersenjata kedua negara. Dalam pertemuannya dengan sejumlah perusahaan pertahanan terkemuka, Prabowo menyoroti potensi Indonesia untuk menjadi pasar yang menarik bagi teknologi pertahanan modern.

“Kita perlu memperkuat kerja sama dalam bidang pertahanan, baik dalam bentuk alih teknologi, pelatihan, maupun pengadaan peralatan militer yang canggih. Indonesia memiliki pasar yang besar dan beragam kebutuhan dalam sektor ini, yang dapat diisi oleh perusahaan-perusahaan Inggris yang sudah berpengalaman di bidang teknologi pertahanan,” ungkap Prabowo dalam pidato pembukaannya di forum tersebut.

Inggris, yang dikenal dengan industri pertahanannya yang maju, memiliki banyak perusahaan yang berfokus pada inovasi teknologi tinggi, mulai dari sistem senjata hingga perangkat lunak militer. Kolaborasi yang lebih erat di sektor ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi perusahaan Inggris untuk memperluas pasar di Asia Tenggara.

Teknologi dan Digitalisasi: Peluang Baru untuk Kemajuan Bersama

Selain sektor pertahanan, sektor teknologi dan digitalisasi juga menjadi salah satu tema utama dalam Forum Bisnis Inggris. Indonesia, dengan populasi digital terbesar di Asia Tenggara, menawarkan potensi besar bagi perusahaan teknologi Inggris untuk berinvestasi dan mengembangkan solusi digital di pasar yang terus berkembang. Prabowo, dalam pidatonya, mengungkapkan pentingnya transformasi digital di Indonesia untuk mendorong efisiensi di berbagai sektor ekonomi, termasuk manufaktur, energi, dan layanan publik.

“Kami menyadari bahwa transformasi digital adalah kunci untuk memajukan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, kami mengundang perusahaan-perusahaan teknologi Inggris untuk berkolaborasi dalam pengembangan infrastruktur digital yang lebih baik di Indonesia,” tambahnya.

Prabowo juga mencatat bahwa sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia tumbuh pesat, dengan banyak startup yang berinovasi dalam bidang e-commerce, fintech, dan layanan berbasis aplikasi. Kerja sama dengan perusahaan Inggris yang memiliki keahlian dalam bidang teknologi akan memberikan manfaat ganda, tidak hanya untuk pengembangan ekonomi Indonesia, tetapi juga bagi perusahaan Inggris yang ingin memperluas jaringan bisnis mereka di pasar Asia.

Infrastruktur dan Investasi: Menjajaki Kerja Sama Jangka Panjang

Sektor infrastruktur menjadi salah satu sektor yang paling banyak dibahas dalam Forum Bisnis Inggris. Indonesia, yang tengah giat membangun dan memperbarui infrastruktur, membuka peluang bagi investor asing, termasuk dari Inggris, untuk terlibat dalam proyek-proyek infrastruktur besar seperti pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, dan sistem transportasi massal. Prabowo menekankan pentingnya kerja sama antara kedua negara dalam hal investasi infrastruktur, yang dapat mempercepat pembangunan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Pemerintah Indonesia memiliki berbagai proyek infrastruktur besar yang membutuhkan investasi dan keahlian internasional. Kami mengundang perusahaan-perusahaan Inggris untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek ini, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Prabowo dalam pertemuannya dengan para pengusaha Inggris.

Menurut Prabowo, proyek infrastruktur yang sedang dijalankan pemerintah Indonesia membutuhkan dukungan dari sektor swasta, dan kerja sama dengan negara-negara seperti Inggris akan membuka peluang besar untuk pengembangan berbagai proyek penting. Selain itu, kerja sama di sektor ini diharapkan dapat memperkuat hubungan perdagangan antara kedua negara.

Pendidikan dan Sumber Daya Manusia: Kolaborasi dalam Pengembangan SDM Berkualitas

Dalam forum tersebut, Prabowo juga membahas pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mendukung kemajuan sektor-sektor strategis Indonesia. Prabowo mengundang universitas dan lembaga pendidikan Inggris untuk bekerja sama dalam program pertukaran pelajar, pelatihan kepemimpinan, dan pengembangan keterampilan teknis yang dibutuhkan oleh industri Indonesia.

“Kami membutuhkan SDM yang terampil dan siap menghadapi tantangan di era digital ini. Melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan Inggris, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan menghasilkan tenaga kerja yang kompetitif di pasar global,” ujar Prabowo.

Kerja sama dalam bidang pendidikan, terutama dalam bidang teknik, teknologi, dan manajemen, diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM Indonesia, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan sektor-sektor lain seperti manufaktur, teknologi, dan energi.

Peluang Perdagangan dan Investasi: Memperkuat Hubungan Ekonomi Bilateral

Selain sektor-sektor strategis di atas, Forum Bisnis Inggris juga memberikan kesempatan bagi Indonesia dan Inggris untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui perdagangan dan investasi. Prabowo menekankan bahwa hubungan perdagangan antara Indonesia dan Inggris harus lebih ditingkatkan, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh kedua negara.

“Indonesia adalah pasar yang sangat besar, dan Inggris memiliki produk dan teknologi yang sangat dibutuhkan di sini. Kami melihat adanya potensi yang sangat besar untuk meningkatkan perdagangan bilateral, tidak hanya dalam sektor barang, tetapi juga dalam sektor jasa,” ujar Prabowo.

Peluang besar bagi perusahaan Inggris untuk berinvestasi di Indonesia semakin terbuka dengan berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah Indonesia, termasuk insentif pajak dan kebijakan yang mendukung investasi asing. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menawarkan pasar yang luas bagi produk dan jasa Inggris.

Meningkatkan Hubungan Bilateral untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Forum Bisnis Inggris yang dihadiri oleh Prabowo Subianto menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Inggris. Dengan menjajaki kerja sama lintas sektor, baik dalam bidang pertahanan, teknologi, infrastruktur, pendidikan, maupun perdagangan, diharapkan hubungan bilateral kedua negara dapat semakin erat dan saling menguntungkan. Dalam jangka panjang, kolaborasi ini tidak hanya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, tetapi juga membuka peluang baru bagi perusahaan Inggris untuk memperluas pasar dan berinovasi bersama Indonesia.

“Kerja sama antara Indonesia dan Inggris adalah investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat bagi kedua negara, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun teknologi. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan hubungan ini demi masa depan yang lebih baik,” tutup Prabowo dalam penutupan forum.

By admin