Harga Properti Bali Naik Pesat Kuartal III 2025 didorong Bahan Bangunan

BUKTI MEDIA Pasar properti di Bali terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Berdasarkan laporan pasar kuartal III tahun 2025, harga properti di Pulau Dewata tercatat kembali melesat dibanding kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini bukan hanya mencerminkan pemulihan ekonomi pasca pandemi, tetapi juga menunjukkan meningkatnya minat investor domestik maupun asing terhadap Bali sebagai destinasi properti hunian dan investasi jangka panjang.

Bali yang selama ini dikenal sebagai pusat pariwisata internasional kini semakin memperkuat posisinya sebagai pasar Properti premium. Harga lahan, rumah, dan bangunan terus terkerek naik sejalan dengan kembalinya aktivitas wisata global serta meningkatnya permintaan hunian pribadi dan villa untuk bisnis sewa harian.

Kenaikan Terpengaruh Biaya Bahan Bangunan

Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga properti di Bali adalah meningkatnya harga bahan bangunan. Sejumlah proyek perumahan dan komersial mencatat kenaikan biaya konstruksi akibat situasi logistik nasional dan global yang belum sepenuhnya stabil.

Bahan dasar seperti semen, baja, pasir, keramik, dan material finishing mengalami kenaikan harga rata-rata 8–12 persen sejak awal tahun. Kondisi ini berdampak pada biaya pembangunan yang meningkat, sehingga harga jual properti ikut naik untuk mempertahankan margin keuntungan pengembang.

Para pelaku industri mengakui bahwa tantangan ini bukan hanya terjadi di Bali, tetapi juga di hampir seluruh wilayah Indonesia. Namun, karena permintaan properti di Bali relatif lebih kuat, kenaikan harga lebih cepat terbaca di pasar.

Rumah dan Villa Ukuran Besar Mendominasi Penjualan

Tren menarik lain di kuartal III 2025 adalah dominasi penjualan rumah dan villa berukuran besar. Segmen premium dan mewah mencatat kontribusi transaksi paling dominan dibanding rumah kelas menengah.

Pembeli di segmen ini mayoritas berasal dari investor luar daerah hingga pembeli asing yang mengincar properti berkonsep private living, luxury tropical villa, atau bangunan berarsitektur Bali modern. Banyak di antaranya digunakan sebagai:

  • Villa sewa jangka pendek untuk wisatawan,
  • Residence pribadi untuk gaya hidup eksklusif,
  • Aset investasi jangka panjang di sektor properti pariwisata.

Fasilitas seperti kolam renang, private garden, ruang luas, dan lokasi dekat pusat wisata menjadi faktor utama daya tarik properti ukuran besar. Permintaan pada segmen ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi investasi kelas atas yang diperhitungkan di tingkat internasional.

Minat Investor Asing Sudah Kembali Menguat

Pasca pembukaan kembali mobilitas global, jumlah pembeli asing kembali meningkat. Banyak pengembang mencatat transaksi dalam jumlah besar dari pembeli asal Australia, Singapura, Jepang, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Sejumlah kemudahan regulasi, termasuk opsi kepemilikan HGB di atas HPL dan skema penanaman modal, semakin mempermudah investor asing menanamkan modalnya di Bali. Banyak pembeli asing juga memanfaatkan peluang keuntungan lain, seperti tingginya tingkat okupansi sewa villa di kawasan Seminyak, Canggu, Sanur, Kuta, Ubud, dan Jimbaran.

Kondisi ini menjadi penanda bahwa pasar properti Bali telah kembali ke ritme normal sebelum pandemi, bahkan menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat secara nilai jual.

Rumah Menengah Masih Dicari, Tapi Supply Terbatas

Meski segmen premium mendominasi, permintaan terhadap rumah menengah tetap ada, terutama dari masyarakat lokal dan pekerja sektor pariwisata yang membutuhkan hunian permanen. Namun, keterbatasan lahan dan tingginya biaya pembangunan membuat pasokan rumah di kategori ini tidak sebanyak permintaan.

Banyak pengembang memilih fokus pada proyek high-margin yang bernilai lebih besar, sehingga segmen rumah menengah dan subsidi tidak tumbuh sepesat segmen premium. Pemerintah daerah dan pelaku pembiayaan masih mendorong solusi untuk meningkatkan supply rumah terjangkau agar masyarakat lokal tetap memiliki akses hunian yang layak.

Kawasan dengan Pertumbuhan Harga Tertinggi

Beberapa wilayah di Bali tercatat mengalami kenaikan harga paling cepat di kuartal III 2025. Daerah yang mendominasi antara lain:

  • Canggu – Terus berkembang sebagai pusat gaya hidup dan pariwisata modern, banyak properti mewah dibangun di area ini.
  • Jimbaran & Uluwatu – Menjadi favorit bagi villa luks dengan pemandangan tebing dan pantai.
  • Ubud – Tetap menjadi pasar stabil untuk properti premium bernuansa alam dan ketenangan.
  • Sanur – Menarik kalangan keluarga dan pembeli asing yang butuh area tinggal tenang dan fasilitas kota.

Lahan di kawasan-kawasan tersebut mengalami apresiasi harga hingga double digit dan diperkirakan masih akan terus naik dalam 1–2 tahun ke depan.

Peran Pariwisata dalam Mengangkat Nilai Properti

Bali adalah satu dari sedikit wilayah di Indonesia yang sangat terpengaruh oleh geliat industri pariwisata. Kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang kembali pulih menjadi motor ekonomi yang mendorong sektor properti, baik komersial maupun residensial.

Hotel, restoran, hingga villa rental mengalami peningkatan okupansi yang signifikan, sehingga investor properti semakin yakin dengan potensi return on investment (ROI) yang menjanjikan. Dalam beberapa kasus, ROI villa sewa di kawasan strategis bahkan bisa mencapai 10–18 persen per tahun jika dikelola profesional.

Ekspektasi Pasar Hingga Akhir Tahun 2025

Pelaku industri properti memperkirakan harga properti di Bali masih akan terus naik hingga akhir 2025. Beberapa faktor pendukungnya antara lain:

  • Harga bahan bangunan diprediksi masih tinggi,
  • Permintaan investor asing terus meningkat,
  • Supply lahan terbatas di banyak titik strategis,
  • Sektor pariwisata masih dalam tren pemulihan dan ekspansi,
  • Banyak pengembang merilis proyek high-level bernilai tinggi.

Dengan kombinasi faktor tersebut, Bali diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pasar properti paling dinamis dan premium di Indonesia hingga beberapa tahun ke depan.

Harga properti di Bali pada kuartal III 2025 mengalami kenaikan signifikan yang didorong oleh biaya bahan bangunan dan dominasi penjualan rumah serta villa berukuran besar. Investor asing kembali hadir dengan kuat, sementara pasar menengah menghadapi keterbatasan pasokan. Dengan pariwisata yang terus membaik, Bali semakin mengukuhkan diri sebagai pusat investasi properti premium nasional dan kawasan yang menawarkan peluang keuntungan yang menjanjikan bagi pelaku usaha maupun investor pribadi.

By admin